Aco Xstralen

Indahnya Berbagi Ilmu

Serambiku

hi kawan pengetahuan baru merupakan proses dari perjalanan akal fikiran manusia di dalam mencari tujuannya. Tiap2 ilmu yang baru hanyalah merupakan anak kunci atau pembuka jalan kearah yang lebih lanjut.sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah sayap yang sanggup menerbangkan kita kepada kenginan kita dan selalu ingatlah tiga hari di dalalm hidupmu yaitu kemarin adalah pelajaran, sekarang adalah perjuangan serta besok adalah kenyataan atau cita2 yang tercapai.

About Me

Thanks banget atas kunjungan anda keBlog~Q, saya Aco X-Stralen lahir di Toima Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai pada tanggal 07 September 1990, Sekarang saya baru berumur 19 Tahun masih muda lho…’N’ aktifitasku sekarang kuliah di STMIK ADHI GUNA PALU Semester 2 Jurusan Teknik Informatika….

Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts

Cara Menjebol Password File pdf

untuk menjebol file PDF, kita akan coba gunakan tool keluaran Elcomsoft, yakni “Advanced PDF Password Recovery”. Tool ini tidak terlalu besar filenya, dan bisa anda download melalui situs : http://www.elcomsoft.com/apdfpr.html atau klik disini

cara penggunaannya :
1. Setelah anda jalankan tool yang dimaksud, pada tab Range beri tanda checklist pada opsi All Printable.
2. Kemudian pada tab Length, Minimal password length : 1 character (s) dan Maximal password length : 4 character (s).
3. Type of attact : Brute-force atau mencoba segala kemungkinan.
4. Setelah itu pilih menu File > Open File atau dengan mengklik icon Load PDF – file into the project.
5. Pilih file PDF yang tadi sudah diberi password, klik tombol Open.
6. Jika muncul kotak dialog APDFPR, klik opsi Start recovery.
7. Tunggu beberapa saat pada proses pencarian password berlangsung.
8. Jika setelah itu muncul kotak dialog Password successfully recovered ! Berarti passwordnya sudah ditemukan. Silahkan salin passwordnya.
9. Setelah itu, coba buka file PDF yang sudah dipassword tadi kemudian isi password yang sudah ditemukan barusan.

met mencoba,…….

Cara Menjebol Password Microsof Office Word

untuk menjebol file Microsoft Word, sebelumnya kita harus memiliki file yang bernama “Word Password Recovery”. Dengan bersilaturrahmi ke http://www.freewordexcelpassword.com. untuk mendownload softwarenya, sante aja orb7 pokoke….. atau langsung saja download disini

cara penggunaannya :
1. Pada kotak dialog “Free Word and Excel password recovery wizard”, klik tombol Next atau klik tab Select file. Lalu pada kotak dialog Select Word or Excel File di File of type, pilih Word files (*.doc), lalu pilih file yang sudah anda beri password tadi.
2. trus klik Open.
3. Setelah file Word ditentukan, selanjutnya anda klik tab Dictionary recovery. Pada bagian ini anda bisa menentukan dictionary (kamus) yang isinya merupakan kata-kata yang berhubungan dengan password yang akan ditebak. Biasanya disimpan dalam bentuk file *.txt atau *.dic. Untuk kali ini kita lewati langkah ini dan lanjutkan dengan mengklik tab Brute force recovery.
4. Pada Brute force recovery anda tentukan Character yang mungkin diinputkan dan tentukan juga panjang karakter yang diinputkan pada opsi From (length). Lalu klik tombol Next.
5. Tunggu beberapa saat sampai proses pencarian selesai. Lama proses pencarian tergantung dari jenis karakter dan panjang karakter yang diinputkan.
6. Tidak lama kemudian password anda ditemukan, ditandai dengan muncul kotak dialog “Excel File Password Recovery” (kotak dialog ini memang namanya “Excel File Password Recovery” walaupun yang dicarinya adalah file Word).
7. Jika sudah, klik OK.
8. Sekarang buka file dokumen Word yang diberi password tadi, lalu masukkan kode password yang telah ditemukan barusan, lalu klik OK. Apa yang terjadi, sudah bisa dibuka kan, datanya? kalo belum berarti anda belum beruntung, coba ulangi lagi.

Cara Pasang Anti-Copy pada Dokumen Microsoft Word


Banyak sekali pengunjung yang bertanya pada forum online tentang ‘ Bagaimana sih memasang proteksi anti-copy pada Microsoft Office Word ? ’. Hal ini wajar sekali dilakukan untuk mengamankan file dokumen penting kita agar tidak dibajak alias copy-paste (copas) oleh orang lain dan pastinya mereka tidak bisa mengedit sedikitpun. Sebelumnya saya juga mengalami hal ini, dimana biasanya tugas-tugas kuliah saya yang berada di flashdisk sangat rentan untuk dibajak oleh teman saya sendiri yang kadang pinjam flashdisk saya tersebut tanpa permisi terlebih dahulu. Bukannya untuk bersifat ‘kikir’, untuk tugas yang umum sih boleh-boleh saja…. tapi untuk tugas dari dosen yang melarang ada unsur kesamaan dalam tugas yang dibuat…. bagaimana coba ? Oleh karena itu, untuk menghindari perspektif ‘kikir’ tersebut kita pasang saja proteksi anti-copy pada dokumen tersebut…. jadi mereka tidak bisa asal copy-paste saja, dan kalupun mereka akan minta pasti izin dulu dong…. kan ada passwordnya juga. He3x…
Anda yang sedang membaca artikel in kemungkinan besar mengalami hal serupa, kan ? Nah, untuk kesempatan kali ini saya akan membagi tips bagaimana memasang anti-copy pada dokumen Microsoft Word. Pada kesempatan kali ini saya akan menggunakan Microsoft Office Word 2007, masa’ pakai Word 2003 sih…. Microsoft Ofice 2010 saja sudah mau dirilis. Tapi bagi Anda yang masih setia menggunakan Word 2003, Anda bisa menyesuaikan saja atau bila ada yang minta saya akan buatkan untuk versi Word 2003-nya. Tanpa basa-basi lagi, ayo kita praktekin….
Setelah dokumen yang akan dipasang anti-copy dibuka, langsung saja buka tab menu Review -> Protect Document -> Restrict Formatting and Editing.


Setelah itu akan tampil task pane Restrict Formatting and Editing. Pada bagian Editing restrictions, centang pilihan ‘Allow only this type of editing in the document’ dan pilih ‘Filling in forms’ pad dropdown menu-nya. Kemudian pilih ‘Yes, Start Enforcing Protection’. Setelah itu akan tampil window Start Enforcing Protection , pilih Protection method Password dan ketikkan password yang anda inginkan. Selesai deh !!


Selamat mencoba !

Tips dan Triks optimasi pada WinXP

/********************************************************************
* Tips dan Trik Optimasi Pada WinXP
* Referensi: WindowsHelp, DOSHelp, Googling
* PC-Chip, Info Komputer, www.petri.co.il
* by: dR4GGy a.k.a. rakan!chu
*******************************************************************/

Ok, langsung aja yah, ... ini adalah ramuan alias
settingan yg selalu gw pake buat WinXPProSP2 gw dirmh.

Note: dijamin 1000% bisa berdasarkan hasil ngoprek n' praktek,
sebaiknya utk jaga2, jgn lupa backup! registry kamu
sblm ngedit2.

//-- Mempercepat booting WinXP
-------------------------------
Ke %systemroot%\prefetch (= ?:\WINDOWS\Prefetch)
Trus Ctrl+A(select all) lalu Delete semua file
didalamnya.
Ps: jgn sering2, disarankan sebaiknya 1 bulan 1x.


//-- Merampingkan XP
---------------------
1.# Pilih Tool-Folder Options dari Windows Explorer.
# Di Tab View, Uncheck Hide protected operating system files (Recommended)
# Klik Yes-Apply-OK.
# Browse ke %systemroot%\system32\dllcache(= ?:\WINDOWS\system32\dllcache)
# Klik kanan di folder dllcache-nya dan hilangkan properties Read Only-nya.
# Hapus semua file yang ada didalam folder dllcache.
2. Kamu bisa menghapus font2 didalam folder ?:\WINDOWS\Fonts
kecuali font Tahoma dan Marlett.
3. Pencet F3 atau fitur Find Files and Folders
Cari file *.tmp, *.bak, *.old, *.gid, *.fts
Kalo udah ketemu, hapus semua filenya.
4. Jalankan regedit dari menu Run, dan browse ke:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction
Cari string value "Enable", klik kiri 2x dan masukkan nilai "Y".


//-- My Document Target
------------------------
Kalo punya 2 partisi, mis. C utk Windows
dan D untuk Data.
Klik kanan my Document - Pilih Properties.
Di Tab target - ketik target my document kamu.
Trus klik Move - klik OK.
(kl gw sendiri targetnya distel di partisi D
supaya gak usah backup2 lagi kalo XP-nya
mo diinstal ulang.)


//-- Setting Command Prompt
----------------------------
Jalankan cmd.exe/command.com dari menu Run.
Klik kanan di taskbar command prompt dan
pilih properties.

1. Pada Tab Options
Check -> QuickEdit Mode
Buffer Size = 999, Number of Buffers = 5

2. Pada Tab Layout
Screen Buffer Size - Width=100, Height=9000
Window Size - Width=100, Height=31
Uncheck -> Let system position window.

3. Klik OK.
Pilih Save properties for future windows with same title.
Klik OK.


//-- Shortcut Restart, Shutdown, Logoff
----------------------------------------
Create 3 shortcut baru dgn target:

1. Utk Logoff:
Target : %systemroot%\system32\shutdown.exe -l -f -t 00

2. Utk Restart:
Target : %systemroot%\system32\shutdown.exe -r -f -t 00

3. Utk Shutdown:
a. Shutdown tapi matiin powernya masih manual.
Target : %systemroot%\system32\shutdown.exe -s -f -t 00
b. Shutdown sekaligus matikan power ATX.
Total proses shutdown = 30detik (default).
Target : %systemroot%\system32\tsshutdn.exe 00 /POWERDOWN /DELAY:00

4. Membatalkan Shutdown,Restart dan Logoff
Target : %systemroot%\system32\shutdown.exe -a


//-- My Computer Properties
----------------------------
Klik kanan icon My Computer - pilih Properties.
Atau pencet tombol Win ama Pause/Break.
I. Pada Tab Advanced.
A. Pilih Setting pada bagian Performance
# Ke Tab Visual Effects pilih Custom
# Uncheck semua piihan di check box kecuali:
1. Use drop shadows for icon labels on the desktop
2. Use visual styles on windows and buttons
# Trus ke Tab Advanced pilih Change(dibgn Virtual Memory)
# Pilih Custom Size
# Masukkan nilai yang sama pada Initial Size(MB) dan
Maximum Size(MB). Nilainya adalah 2x total RAM kamu.
misalkan RAM kamu 256 berarti kamu masukin nilai 512.
# Klik Set, OK.
# Klik Apply lalu OK.
B. Pilih Setting pada bagian Startup and Recovery
# Di bagian Write debugging information pilih
none [none artinya tanpa memory dumping].
# Klik OK.
C. Klik Error Reporting
# Pilih Disable Error Reporting dan check
But notify me when critical errors occur.
# Klik OK.
II. Pada Tab System Restore.
Check Turn off System Restore on all drives,
lalu klik Apply.
III. Pada Tab Remote - Hilangkan semua pilihan - Apply.
IV. Sebelum keluar klik OK.


//-- Display Properties
------------------------
Masuk ke control panel - pilih Display, atau
Klik kanan di Desktop - pilih Properties.
I. Pilih Tab Screen Saver
# Klik Power di bagian Monitor power.
# Klik tab Advanced - dibagian Power buttons pilih
Ask me what to do.
# Klik tab Hibernate - uncheck semua pilihan.
# Klik Apply - OK.
II. Pilih Tab Appearance
# Klik Effects dan uncheck semua pilihan yang ada.
Klik OK.
III. Klik OK.


//-- GPEDIT
------------
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R.
Ketikkan gpedit.msc dan Enter trus baca dan pilih sendiri
sesuai kebutuhan kamu :P
Contoh: Kamu ingin menghilangkan folder Shared Documents di
Windows Explorer karena tidak dibutuhkan.
Didalam gpedit.msc browse ke:
# User Configuration - Administrative Template -
Windows Components - Windows Explorer
# Lihat disisi sebelah kanan Windows dan klik 2x
Removes the Shared Documents folders from My Computer
# Klik Enabled lalu OK.
Sekarang buka Win Explorer dan coba lihat folder
Shared Documents sudah hilang. gampang khan :)


//-- SERVICES
--------------
Buka control panel - Administrative Tools - Services, atau
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R lalu
ketikkan services.msc dan Enter, lalu Stop services2 yg tdk
dibutuhkan di komputer kamu.
note: pelajari dgn teliti terlebih dahulu services yg akan
kamu stop supaya komputernya tdk mengalami crash pada
saat service-nya kamu matikan.


//-- Hilangkan start up yg tdk berguna
--------------------------------------
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R.
Ketikkan msconfig Enter, lalu hilangkan startup yg tidak
berguna di komputer kamu.


//-- Disable Fast User Switching
---------------------------------
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R.
Ketikkan nusrmgr.cpl.
Klik Change the user log on or off.
Uncheck semua pilihan yg ada.
Klik Apply Options.


//-- Disable thumbs.db
----------------------
Buka windows Explorer, pilih Menu Tools - Folder Options.
Pada tab View - Cari Do not cache thumbnails lalu
check it(enable-kan).
Gunakan fasilitas Find dan cari semua file thumbs.db di komputer,
setelah ketemu, semua file thumbs.db bisa di-delete semuanya.


// Setting Temporary Internet Files
------------------------------------
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R.
Ketikkan nusrmgr.cpl.
Klik setting Temporary Internet Files, trus
di bgn "Amount of disk space" set ukuran
file yg dipakai utk temporary internet files.
(gw pake 50mb).


// Ganti tulisan Start di StartMenu
------------------------------------
- Cari dan copy file Explorer.exe di ?:\WIINDOWS
ke Desktop.
- Ganti nama file Explorer.exe jadi explorrergw.exe
- Buka explorergw.exe pake hex editor favoorit kamu.
- Cari offset yg sesuai dgn sistem kamu:
* Windows XP (Enhanced Start Menu)
Offset: 0x000412B6 - 0x000412BE

* Windows XP (Classic Start Menu)
Offset: 0x0004158A - 0x00041592

* Windows XP SP1 (Enhanced Start Menu)
Offset: 0x0004208E - 0x00042096

* Windows XP SP1 (Classic Start Menu)
Offset: 0x0004259A - 0x000425A2
- Kalo dah ketemu tulisan "Start"-nya,
ganti aja pake mis. Andri trus Save.
- Copy file explorergw.exe ke ?:\WINDOWS
- Buka notepad, copy source di bawah trus simpan
dgn ekstensi *.reg (nama file terserah).
Klik kanan file reg-nya trus pilih Merge.
-------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
"Shell"="explorergw.exe"
-------------------------- EOF ----------------------------------
- Restart.


//-- Tweaking pake REGISTRY EDITOR
-----------------------------------
Jalankan menu Run dari start menu atau pencet Win ama R.
Ketikkan regedit dan Enter.

I. Menghilangkan icon tanda panah di shortcut.
Browse ke key:
1. [HKEY_CLASSES_ROOT\lnkfile]
2. [HKEY_CLASSES_ROOT\piffile]
3. [HKEY_CLASSES_ROOT\InternetShortcut]
Delete value(nilai) yang namanya 'IsShortCut' dari
ketiga key diatas.

II. Classic Search (Search Tanpa Assistant).
# Browse ke key:
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\CabinetState]
# Buat 1 new STRING_value dgn nama Use Search Asst
# Klik 2x value Use Search Asst dan isikan value data = no


//-- REG files
---------------
Jalankan notepad kemudian copy source code dibawah,
save dgn ekstensi .reg (nama file terserah).
Klik kanan filenya dan pilih Merge.

I. Disable WinXP Tour.
-------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Applets\Tour]
"RunCount"=dword:00000000
-------------------------- EOF ----------------------------------

II. Disable Balloon Tips.
-------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
"EnableBalloonTips"=dword:00000000
-------------------------- EOF ----------------------------------

III. Internet Explorer - allow 10 download.
-------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings]
"MaxConnectionsPerServer"=dword:0000000a
"MaxConnectionsPer1_0Server"=dword:0000000a
-------------------------- EOF ----------------------------------

IV. Buat yg sering ngoprek cmd.exe, perintah
cmd.exe di context menu. Tinggal klik kanan
trus pilih perintahnya n' command prompt
lsg muncul dgn path dari folder yg diklik kanan.
-------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell\Command]
@="SheLL gW"

[HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell\Command\command]
@="cmd.exe /k cd %1"
-------------------------- EOF ----------------------------------

V. Tambahkan perintah Register dan UnRegister
OCX/dll pada context menu Win Explorer.
-------------------------- BOF ----------------------------------
REGEDIT4

[HKEY_CLASSES_ROOT\.dll]
"Content Type"="application/x-msdownload"
@="dllfile"

[HKEY_CLASSES_ROOT\dllfile]
@="Application Extension"

[HKEY_CLASSES_ROOT\dllfile\Shell\Register DLL\command]
@="regsvr32.exe \"%1\""

[HKEY_CLASSES_ROOT\dllfile\Shell\UnRegister DLL\command]
@="regsvr32.exe /u \"%1\""

[HKEY_CLASSES_ROOT\.ocx]
@="ocxfile"

[HKEY_CLASSES_ROOT\ocxfile]
@="OCX"

[HKEY_CLASSES_ROOT\ocxfile\Shell\Register OCX\command]
@="regsvr32.exe \"%1\""

[HKEY_CLASSES_ROOT\ocxfile\Shell\UnRegister OCX\command]
@="regsvr32.exe /u \"%1\""
--------------------------- EOF ----------------------------------

VI. Disable Balloon Tips dari taskbar.
--------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
"EnableBalloonTips"=dword:00000000
--------------------------- EOF ----------------------------------

VII. Fastest Start Menu.
--------------------------- BOF ----------------------------------
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop]
"MenuShowDelay"="0"
--------------------------- EOF ----------------------------------


//-- Tambahkan perintah Copy/Move To
pada context menu Win Explorer
-------------------------------------
Jalankan notepad kemudian copy source code dibawah,
save dgn ekstensi .vbs (nama file install dan uninstall).
Jalankan scriptnya kemudian pilih Yes untuk menginstall/Uninstall.

---------------------------- install.vbs -----------------------------------
If (MsgBox ("Install ekstensi Copy/Move ke Context Menu?", VBYesNo) = vbYes) then
Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")

' Copy uninstall file and Add uninstall reg entry
WinDir = WshShell.ExpandEnvironmentStrings("%Windir%")
Set fso = WScript.CreateObject("Scripting.FileSystemObject")
Call fso.CopyFile("uninstallcopymoveto.vbs", _
WinDir & "\uninstallcopymoveto.vbs", True)
Set fso = Nothing
BaseKey = "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Uninstall\Copy Move To Extensions\"
Call WshShell.RegWrite (BaseKey & "DisplayName", _
"Copy/Move To Extensions","REG_SZ")
Call WshShell.RegWrite (BaseKey & "UninstallString", _
"cscript.exe " & WinDir & "\uninstallcopymoveto.vbs" ,"REG_SZ")

' Add Copy/Move Extensions
Call WshShell.RegWrite ("HKCR\Directory\shellex\ContextMenuHandlers\Copy To\", "{C2FBB630-2971-11d1-A18C-00C04FD75D13}" ,"REG_SZ")
Call WshShell.RegWrite ("HKCR\*\shellex\ContextMenuHandlers\Copy To\", "{C2FBB630-2971-11d1-A18C-00C04FD75D13}" ,"REG_SZ")
Call WshShell.RegWrite ("HKCR\Directory\shellex\ContextMenuHandlers\Move To\", "{C2FBB631-2971-11d1-A18C-00C04FD75D13}" ,"REG_SZ")
Call WshShell.RegWrite ("HKCR\*\shellex\ContextMenuHandlers\Move To\", "{C2FBB631-2971-11d1-A18C-00C04FD75D13}" ,"REG_SZ")

Set WshShell = Nothing

MsgBox "Install Selesai! Kalo mo diuninstall, jalankan script uninstall."
End If
--------------------------- EOF install.vbbs ---------------------------------

----------------------------- uninstall.vbbs --------------------------------
If (MsgBox ("Uninstall extensi Copy/Move dari Context Menu?", VBYesNo) = vbYes) then
Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")

' Remove Copy/Move Extensions
Call WshShell.RegDelete ("HKCR\Directory\shellex\ContextMenuHandlers\Copy To\")
Call WshShell.RegDelete ("HKCR\*\shellex\ContextMenuHandlers\Copy To\")
Call WshShell.RegDelete ("HKCR\Directory\shellex\ContextMenuHandlers\Move To\")
Call WshShell.RegDelete ("HKCR\*\shellex\ContextMenuHandlers\Move To\")

' Remove uninstall reg entry and delete uninstall file
BaseKey = "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Uninstall\Copy Move To Extensions\"
Call WshShell.RegDelete (BaseKey)

WinDir = WshShell.ExpandEnvironmentStrings("%Windir%")
Set fso = WScript.CreateObject("Scripting.FileSystemObject")
Call fso.DeleteFile(WinDir & "\uninstallcopymoveto.vbs", True)
Set fso = Nothing

Set WshShell = Nothing

MsgBox "Uninstall Selesai!"
End If
--------------------------- EOF uninstall..vbs -------------------------------


Control Panel FILES:
=====================
Control Panel Applet Filename
----------------------------------------------
Accessibility access.cpl
Add New Hardware hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs appwiz.cpl
Date/Time Properties timedate.cpl
Display Properties desk.cpl
FindFast findfast.cpl
Internet Properties inetcpl.cpl
Joystick Properties joy.cpl
Keyboard Properties main.cpl
Local Users management nusrmgr.cpl
Microsoft Exchange mlcfg32.cpl
Microsoft Mail Post Office wgpocpl.cpl

Modem Properties modem.cpl
telephon.cpl(utk winNT 4.0/2k/XP/2003)

Mouse Properties main.cpl
Multimedia Properties mmsys.cpl

Network Properties netcpl.cpl
Ncpa.cpl(utk winNT 4.0/2k/XP/2003)

Password Properties password.cpl
Power Options powercfg.cpl
Regional Settings intl.cpl
Sound Properties mmsys.cpl
System Properties sysdm.cpl


//-- ... sisanya tambahin sendiri sesuai kebutuhan kamu ^_*

Tips dan Trik Melindungi Komputer Secara Manual dari Serangan Virus (Windows)

Mendengar frasa virus komputer, cenderung kita akan kesal, dari melambatnya kinerja OS kita, hingga hilangnya data-data kita yang sangat berharga. Jauh sebelumnya, ketika virus brontok.exe menyebar luas dan varian-varian trojan yang tidak mampu dibasmi oleh antivirus konvensional (sistem restore Windows tidak bisa berfungsi), maka saya hanya memformat ulang OS saya. Dan media yang paling banyak berkontribusi dlaam penyebaran virus adalah flash disk, disamping cd atau internet.

Sebenarnya, ada banyak cara untuk melindungi komputer kita dari serangan virus yang saling melengkapi. Tool yang paling sering adalah program antivirus. Saya sendiri menggunakan McAfee, dan mau tidak mau harus rutin melakukan update (minimal 1 minggu sekali). Tentu saja, dengan adanya program antivirus tidak menjamin komputer kita aman dari virus-virus yang selalu tumbuh dan berkembang. Terlebih, program antivirus belum sempat kita update.

Selain program antivirus, saya juga memperkuat sistem pertahanan komputer saya dari kemungkinan terinfeksi virus. Jika hanya kita sendiri yang menggunakan Personal Computer (PC) atau notebook (NB), maka kita sebenarnya mampu menjadi operator antivirus secara manual. Namun demikian, jika PC atau NB kita digunakan secara bersama oleh beberapa orang, maka kita dapat memberi informasi dan saling menjaga agar PC/NB bebas dari infeksi virus.

Berikut, ada tiga “tembok perlindungan” yang mampu meminimalisasi penyebaran virus di PC/NB Anda (khusus untuk OS Windows 2000 up):

1. Matikan (Turn off) Autoplay

Dengan mematikan autoplay (menjalankan media data secara otomatis), maka PC/NB tidak akan menginstall atau menjalankan file atau aplikasi yang terinfeksi virus. (kecuali Anda mengklik file bervirus) Caranya:

  1. Kliklah Start Windows
  2. Klik Run
  3. Ketiklah gpedit.msc pada Run, dan tekan enter atau OK [gpedit untuk mengedit sejumlah perintah atau policy dalam sistem OS kita]
  4. Maka akan muncul tampilan Group Policy
  5. Klik Adminstrative Template (Computer Configuration)
  6. Pilihlah System
  7. Lalu, kliklah Turn off Autoplay
  8. Pilihlan Enabled dan All Drives pada Turn off Autoplay on
  9. Klik OK.
  10. Setelah itu ulangi langkah yang sama dengan langkah ke-5, namun pilihan kita sekarang adalah Administrative Template untuk User Configuration.
  11. Pilihlah submenu Systems
  12. Lalu, kliklah Turn off Autoplay
  13. Pilihlan Enabled dan All Drives pada Turn off Autoplay on
  14. Klik OK.

2. Pengontrolan Manual : Show Extension File, Hidden File, dan Hide Protected OS Files (optional)

Langkah kedua adalah mengaktifkan pilihan menu file untuk menunjukkan jenis ekstensi file, file tersembunyi dan file yang dilindungi Windows (pilihan saja). Dengan syarat Anda mengerti tentang jenis-jenis file yang “sehat” dan ‘berbahaya”, maka kita dapat menjadi “antivirus” secara manual. Maka Anda akan mudah mengantisipasi sekaligus menghapus (mendelete) file-file yang berbentuk virus. Dan umumnya adalah file-file aneh yang berektensi .exe (executable file), dan umumnya adalah file-file yang tersembunyi. Jadi, jika ada flash disk yang masuk ke PC/NB, silahkan cek apakah ada file-file /exe yang “aneh”. Jika anda menemukanya, sebaiknya di delete dan jangan pernah diklik, kecuali file .exe adalah installer.

Berikut file-file umum (jarang terinfeksi) yang relatif bersih dari infeksi virus : .doc (dokumen Word), .pdf (file acrobat), .mp3 (lagu), .xls (dokumen Excel) dan masih banyak lagi : .ps, .ppt, .cdr, .wav, .wma, .avi.
Sebenarnya, dengan menonaktifkan autorun, PC/NB sudah lebih aman dari biasanya.

Trik Menghapus Virus

Ketika beberapa tahun atau bulan yang lalu, sewaktu virus Brontok dan variannya menyerang dan booming seantero Indonesia, termasuk juga khususnya di Sedanau, banyak teman-teman saya yang kebingungan dan panik karena anti virus ternamanya tidak mampu mendeteksi virus ini. Begitu pula selanjutnya virus-virus lokal yang semakin menggejala di Yogyakarta waktu itu. Dan ternyata saya pun kemudian mengalaminya, komputer saya akhirnya terkena juga waktu itu (kalau tidak salah karena memang saya sengaja, pengen membuktikan, he he he).
Saya sampai sekarang masih setia menggunakan Ansav yang masih terus saya update virus definitionnya tiap minggu, namun ketika boomin virus lokal terjadi, norton saya pun tidak mampu mendeteksi keberadaan virus tersebut. Dan beberapa kali pula virus lokal masuk ke komputer saya. Nah, selama saya menggunakan Widows Xp, saya mempunyai trik paling jitu untuk menghilangkan Virus atau membasmi Virus lokal ini secara cepat, mudah dan gampang. Dan tips dan trik berikut selama ini selalu berhasil menyelamatkan komputer saya dari kerusakan lebih karena virus. Apapun itu jenis virusnya.
Dari beberapa pembacaan saya mengenai cara menghilangkan virus yang saya dapatkan dari internet seperti situs vaksin.com, saya sering kali malah tidak melaksanakan anjuran yang diberikan di panduan menghilangkan virus. Seringkali anjuran menghilangkan virus yang diberikan oleh beberapa situs antivirus malah menyuruh kita untuk mematikan fitur restore point dan masuk ke safe mode. Nah dari situ kemudian kita berusaha menghilangkan virus secara manual. Ini tentunya memerlukan keahlian lebih dan sering kali melelahkan serta memusingkan buat para pemula seperti saya.
Lalu apa yang saya lakukan. Saya sering kali mencurigai komputer saya apabila terkena virus. Komputer saya bekerja tidak seperti biasanya alias menjadi sangat lambat atau bisa juga saya mendapati file-file tertentu yang sangat mencurigakan. Biasanya file-file tersebut berekstensi .exe. Contohlah kasus brontok yang iconnya sama dengan folder Windows XP namun memiliki file tipe application dan berekstensi exe. Ini hanya merupakan salah satu contoh. Saya kok yakin, jika anda sudah cukup mengenal sang komputer yang menemani hampir tiap minggu kegiatan anda, suatu perubahan kecil yang tidak biasa yang terjadi di komputer anda bisa anda ketahui.
Baru seminggu ini saya juga terkena virus yang saya tidak tahu apa sesungguhnya, bahkan namanya saja tidak tahu. Anti virus saya tidak mampu mendeteksi. Ini karena saya mendownload file dari suatu situs hacking, bentuknya zip file. Ketika saya ekstrak tidak terjadi apa-apa, namun ketika file tersebut ingin saya coba jalankan dan kemudian saya klik dua kali, eh ternyata tidak muncul apa-apa. Malah kemudian kerja prosesor saya selalu lebih diatas 80%. Hasilnya komputer saya melambat. Walaupun tidak ada file yang dihancurkan karena virus ini namun dengan infeksi yang mempengaruhi kerja prosesor saya –yang memang sudah kecil–, hal ini membuat saya semakin tidak nyaman.
Karena saya pikir virus ini sudah masuk ke memori, saya matikan saya secara manual (Tidak lewat shut down tapi langsung saya matikan dengan memencet tombol power lama). Dalam pemikiran saya mungkin dengan cara ini virus tersebut bisa hilang dari memori dan ketika dinyalakan virus tidak jalan lagi.
Sayangnya, cara yang sering saya lakukan terhadap virus yang sering menginfeksi memori ini tidak berhasil. Biasanya dengan cara langsung mematikan secara manual kerja virus bisa berhenti dan kita tinggal mendelete virus tersebut (pake shift delete, bukan delete biasa). Kemudian cara terakhir saya yang telah sering saya gunakan untuk mengatasi segala macam virus saya lakukan.
Saya matikan antivirus saya. Kemudian pergi ke applikasi:
Start >> All Programs >> Accessories >> System Tools >> System Restore
Inilah yang biasa saya lakukan jika saya telah kehabisan akal mengatasi virus. Sedikit catatan mengenai System Restore. System Restore merupakan sebuah fungsi untuk mengembalikan settingan anda seperti semula seperti waktu penggunaan yang anda pilih. Setiap anda menginstal atau uninstal software, biasanya System Restore akan menyimpan Settingan lama anda sebelum anda mengistal atau uninstal software tersebut. Dengan cara ini setiap ekstensi exe atau aplikasi apapun yang terinstal sesudahnya akan dihapuskan atau dihilangkan. Termasuk Register Windows anda akan kembali seperti semula. Hal inilah yang bisa membikin virus hilang dari komputer anda.
Dengan cara ini anda tentunya tidak mengharuskan adanya instalasi antivirus di komputer anda. Akan tetapi seringkali ada beberapa virus yang secara otomatis mematikan fungsi restore point ini. Jika ini terjadi lakukan shutdown manual lewat tombol power atau cabut aja kabel anda, atau matikan listrik istilahnya (dengan resiko kemungkinan ada file yang rusak, tapi biasanya tidak terjadi kok), lalu boot dari safe mode dan restore dari sana ke settingan sebelum terkena virus. Biasanya berhasil kok, terutama untuk brontok selalu berhasil. Saya juga heran brontok kan sangat mudah dikenali secara visual kenapa kok bisa-bisanya terkena virus ini, mungkin bagi yang pemula kali ya? Ah gak tahu saya.
Anehnya, saya jarang menemukan tips dan trik ini dikajian situs-situs antivirus. Malahan mereka menyuruh mematikan fitur restore ini, kemudian dengan cara yang lumayan rumit dijelaskan cara-cara menghilangkan virus tersebut secara manual. Dan tentunya kemudian menyuruk kita lebih baik membeli dan memakai antivirus mereka yang mereka nyatakan sudah bisa mendeteksi dan menghilangkan virus tersebut. Mungkin ini merupakan trik bisnis mereka sih.
Oh,ya, sekedar info. Akan lebih baik jika anda menyimpan dokumen anda pada partisi hardisk yang berbeda, karena biasanya virus menyerang partisi C tempat system windows anda bekerja. Dengan cara ini, jika komputer anda parah dan tidak bisa dikembalikan karena terkena virus, anda cukup melakukan instalasi ulang (format dan instal) windows anda kembali. Tentunya format dan instal di partisi C. Dengan demikian data anda di partisi yang lain tidak hilang. Demikian saran saya.
Salam Bebas Virus

TIPS MEMPERCEPAT BOOTING WINDOWS XP

  1. Buka aplikasi notepad lalu ketikan del c:\windows\prefetch\ntosboot*.*/q
  2. Lalu kilk menu strat – run – dan ketikan gpedit.msc
  3. Klik computer configurasition – windows setting – scrip – lalu klik 2x Shutdown
  4. Dalam windows shutdown properties klik add lalu browse. Lalu cari letak file ntosboot.bat yang anda buat tadi lalu klik open.
  5. Lalu klik ok, appry dan ok sekali lagi untuk menyelesaikan.
  6. Lalu klik menu strat – run dan derumgmt.msc.
  7. Klik ide ata / atapi controllers – primery ide channel klik 2x untuk membuka properties
  8. Pilih advanced settings pada device o atau device i ganti device type manjadi none (ganti saja pilihan device type yang tidak terkunci)
  9. Klik ide ATA atau ide ATAPI controllers – ssecondary ide channel (klik 2x untuk membuka properties) ulangi seperti langkah 8.
  10. Restart computer anda bias lihat perubahannya.

Cara mendisable Klik Kanan pada Dekstop & Windows Explorer

Jika Anda meng-enable setting di bawah ini maka tidak ada yang bisa melakukan klik kanan pada Desktop & Windows Explorer. Dengan kata lain menu yang muncul waktu klik kanan tidak ada lagi.
Ikutilah langkah berikut :
1. Klik Start-Run, ketikkan regedit lalu tekan Enter.
2. Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows \CurrentVersion\Policies\Explorer
3. Value Name: NoViewContextMenu
4. Data Type: REG_DWORD
5. Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent